Sabtu, 25 September 2010

HALAL BI HALAL ORMAS ISLAM KABUPATEN KARIMUN



Para Tamu Undangan

Kementerian Agama Kabupaten Karimun bekerjasama dengan Masjid Agung Karimun menggelar acara Halal bi Halal Ormas Islam se-Kabupaten Karimun (24/9). Acara yang dilaksamakan secara sederhana ini berlangsung meriah dengan dihadiri lebih kurang seribu undangan yang berasal dari berbagai ormas-ormas Islam yang ada di Kabupaten Karimun, seperti MUI, IPHI, DMI, LASQI, BKPRMI, ITQAH, LPTQ, BMPG-TPQ, IKKMD, BKMT, PMKK, NU, MTSB, dan lainnya.


Kepala Kantor Kemenag Kab. Karimun, Bpk.Drs.H.Erman Zaruddin


Wakil Bupati Karimun, Bpk.H.Aunur Rafiq

Acara dibuka dengan sambutan dari tuan rumah, Ketua Pelaksana Harian Masjid Agung Karimun Dr.H.T.S.Arif Fadillah, sambutan dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Karimun, Drs.H.Erman Zaruddin, dan sambutan dari Pemerintah Kabupaten Karimun yang disampaikan oleh Wakil Bupati Karimun, H.Aunur rafiq. Ceramah diisi oleh mantan da’I cilik yang kini bermastautin di Karimun yaitu Ustadz Syafrizal Syam, S.Pd.I.,S.Sos. yang memberikan materi ceramah seputar hikmah ibadah Ramadhan dan makna silaturahim.


Ustadz Syafrizal Syam, S.Pd.I.,S.Sos.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Karimun sangat gembira sekali dengan kerukunan yang terjalin antar sesame ormas Islam dan juga elemen masyarakat lainnya. Kerukunan yang tercipta ini menjadikan Kabupaten Karimun sebagai daerah yang kondusif, aman dan tentram dan apabila masyarakatnya sudah rukun baik itu antar sesame maupun dengan pemeluk agama lain, maka ibadah yang kita jalankan akan mencapai kekhusuyukan sehingga negeri ini menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.


Dari kanan ke kiri, Ketua PH Masjid Agung Karimun, Dr.H.T.S Arif Fadillah, Wakil Bupati Karimun, Drs.H.Aunur Rafiq,M.Si., Kepala Kantor Kemenag kab. Karimun, Drs.H.Erman Zaruddin, Koord. Dakwah Masjid AGung Karimun, Ustadz Drs.H.Abdul Wahab Sinambela, M.Pd.I., dan Ustadz Syafrizal Syam, S.Pd.I.,S.Sos.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Karimun berharap ke depan silaturahim y ang telah dijalin dan kerukunan yang tercipta dapat terus dipertahankan. Beliau juga bangga dengan berbagai kegiatan yang didukung penuh oleh Masjid Agung Karimun yang terus berbenah diri untuk menjadi pusat dakwah umat Islam di Kabupaten Karimun dan jika memungkinkan dengan segenap usaha dan kebersamaan maka Masjid Agung Karimun diharapkan menjadi masjid yang maju dan berkembang dalam segala hal termasuk bidang teknologi informasi dan kewirausahaan.

Acara ditutup dengan silturahim dan jabat tangan bersama oleh segenap undangan dan dilanjutkan dengan shalat ashar berjama'ah di lantai shalat utama Masjid Agung Karimun(Ardi)

Kamis, 09 September 2010

LAMPU COLOK , SEMARAK RAMADHAN KARIMUN



Lampu colok, atau pelita yang terbuata dari kaleng bekas yang diberi sumbu dengan berbahan bakar minyak tanah atau solar merupakan suatu tradisi perayaan sepuluh malam terakhir pada bulan Ramadhan di Kabupaten Karimun serta beberapa daerah dengan adat tradisi Melayu lainnya di negeri ini.
Lampu tersebut menghiasi tiap rumah hingga sampai ke jalan-jalan raya dengan disusun pada aneka bentuk gapura atau gerbang. Para pemuda begitu bersemangat membuat berbagai bentuk gapura dengan kreatifitas masing-masing namun tetap berciri khas bangunan masjid dan menara. Tradisi ini kemungkinan besar berawal dari pemahaman masyarakat akan atsar para sahabat Umar Bin Khattab ra yang menyalakan pelita di dalam masjid pada malam-malam Ramadhan guna meneranginya dalam menjalankan ibadah-ibadah sunnah pada malam-malam Ramadhan terutama pada sepuluh malam terakhir.
Seiring perkembangan zaman, maka menyalakan lampu pelita dimalam-malam Ramadhan menjadi suatu tradisi dan bahkan untuk menggalakkan tradisi ini, Pemerintah Kabupaten Karimun memperlombakannya dengan hadiah utama uang senilai puluhan juta rupiah. Tradisi ini juga mengundang daya tarik wisatawan dan sebagai syi'ar dalam uapaya menghidupkan malam-malam bulan Ramadhan. Namun, hal ini perlu pembinaan lebih mantap lagi dari tokoh-tokoh masyarakat atau kepemudaan agar pembuatan gerbang tidak hanya sebagai perayaan semata namun menambah semangat dalam beribadah.

Selasa, 07 September 2010

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1431 H

Keluarga Besar Pelaksana Harian Masjid Agung Karimun mengucapkan Selamat Merayakan Hari Kemenangan, Idul Fitri 1431 Hijriyah. Semoga Kita senantiasa menjadi orang-orang yang bertaqwa dan termasuk pada golongan orang-orang yang memakmurkan masjid.
Minal 'Aidin Wal Faidzin, Kullu amin wa antum bi khoir.Taqaballahu waminkum..




Do'a Khatam al Qur'an - Masjid Agung Karimun

Do'a Khatam al Qur'an yang dibacakan oleh imam Masjid Agung Karimun, Ustadz H.Zakaria Al Hafizh.

Jumat, 30 April 2010

KARIMUN JUARA UMUM MTQ III PROVINSI KEPULAUAN RIAU

Karimun keluar sebagai juara umum MTQ II Provinsi Kepri. Posisi kedua ditempati tuan rumah, Kota Batam disusul Kota Tanjungpinang. Pengumuman ini disampaikan dalam malam penutupan MTQ Kamis (29/4/2010) di dataran Engku Putri, Batam

Ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) III Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) telah berakhir, Kamis (29/4). Acara tersebut resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Kepri, H M Sani yang sekaligus Ketua LPTQ Kepri di Dataran Engku Putri Batam Center. Dalam perhelatan akbar tersebut kafilah Kabupaten Karimun berhasil mendapat juara umum. Karimun berhasil mengumpulkan nilai 124 mengalahkan Kota Batam 9 poin sehingga memaksa Batam menduduki peringkat kedua. Untuk peringkat ketiga sampai tujuh berturut-turut diduduki Kota Tanjung Pinang dengan nilai 26, Kabupaten Lingga dengan perolehan skor 21, Kabupaten Bintan dengan nilai 18 disusul dengan skor 17 Kabupaten Natuna. Dan terakhir Kabupaten Kepulauan Anambas memperoleh nilai 4. Nilai-nilai tersebut merupakan akumulasi dari kafilah yang menang dalam cabang yang dipertandingkan. Dalam sambutannya Sani mengatakan event atau kegiatan MTQ merupakan salah satu media pembelajaran dalam rangka meningkatkan iman dan taqwa menuju terbentuknya insan qur’ani.
Sani berpesan kepada seluruh yang hadir untuk senantiasa meluruskan niat dalam mencari ridho Allah SWT dalam melakukan kegiatan apa pun. “MTQ telah dilaksanakan semoga menjadi motivasi kita mendalami dan mengamalkan Al Quran,” jelas Sani. Dalam kesempatan tersebut Sani menghimbau kepada LPTQ untuk senantiasa melakukan pembinaan khususnya generasi muda untuk mencintai Al Quran dan nantinya mendapatkan duta-duta dalam ajang MTQ ke XXV di Bengkulu, Juni mendatang.

Bagi para khafilah yang menang Sani menitipkan pesan bahwa kemenangannya tersebut bukan merupakan titik akhir melainkan sebagai titik awal untuk keberhasilan selanjutnya. Bagi para khafilah yang kalah, Sani berpesan untuk terus belajar Al Quran dan seluruh disiplin ilmu yang ada. Agar dimasa yang akan datang memperoleh kesusksesan. “MTQ tahun ini memberikan warna yang berbeda karena adanya eksibisi kaligrafi digital dan animasi sehingga memberikan pengalaman tersendiri, kreativitas bagi para pesertanya, serta penerapan IT yang berwawasan Religius”, katanya menutup sambutannya.

Sementara itu Walikota Batam, Ahmad Dahlan selaku ketua panitia MTQ Provinsi Kepri dalam laporannya mengatakan, kaligrafi digital dan animasi merupakan cabang baru dalam MTQ III tingkat Provinsi Kepri. Dan rencananya cabang tersebut akan diusulkan sebagai cabang baru dalam ajang MTQ XXV Tingkat Nasional. Ada 7 cabang dan 3 cabang pilihan lagi yang dipertandingkan dalam MTQ selain kaligrafi digital dan animasi tersebut.

Dahlan memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh kafilah yang telah mengembangkan dan mengagungkan Al Quran. Kehadiran mereka di Batam dapat merajut silaturahmi antar masyarakat se-Kepri, disamping memberikan warna untuk wisata religius di Batam dalam rangka Visit Batam 2010. Secara keseluruhan pelaksanaan MTQ berlangsung selama enam hari berturut-turut, siang dan malam dari 24-29 April 2010.

“Atas dukungan masyarakat, Batam khususnya dan Kepulauan Riau umumnya siap menjadi tuan rumah ajang MTQ Tingkat Nasional 2012 mendatang,” tambah Dahlan. Dahlan menutup laporannya dengan mengajak seluruh yang hadir senantiasa merajut silaturohmi dengan Al Quran dalam rangka menggapai Ridho Allah SWT.

Dalam kesempatan tersebut, dibacakan rekomendasi hasil musda LPTQ Provinsi Kepri, diantaranya menunjuk Kabupaten Anambas sebagai tuan rumah STQ Kepri tahun 2011 serta Bintan sebagai calon tuan rumah MTQ ke IV tahun depan. LPTQ juga merekomendasikan pada Gubernur Kepri untuk mengusulkan Kepri menjadi tuan rumah dalam MTQ nasional pada 2012. Selain itu masih ada rekomendasi pada LPTQ Nasional agar kaligrafi digital dan animasi sebagai cabang baru dalam MTQ tingkat nasional tersebut. Rekomendasi lain yang diberikan adalah agar gubernur dan DPRD Kota Batam menerbitkan Perda pemberantasan buta Al Quran di Provinsi Kepri.

(crew_humas/nn)

Sumber : www.batamkota.go.id

GEMA AL-QUR'AN

Listen to Quran

MASJID AGUNG KARIMUN