Kamis, 11 November 2010

BULETIN JUM'AT - AL QALAM EDISI 32 - MASJID AGUNG KARIMUN

Buletin Al Qalam Edisi 32 dapat di download disini

Menyingkap Rahasia Qurban
Oleh : KHA. Masduqi Machfudz 
(Pengasuh PP. Salafiyah Syafi’iyah)




Peristiwa sejarah yang menandai hari raya 'Iedul Adl-ha adalah tugas berat yang dibebankan Allah swt. kepada Nabi Ibrahim as. agar beliau menyembelih puteranya, Nabi Isma'il as.
Dalam surat Ash-Shafaat ayat 100 - 106, Allah swt. berfirman:
"Ya Tuhanku, anugerahilah aku anak yang saleh. Kemudian Kami berikan kabar gembira kepadanya dengan seorang anak yang penyantun. Setelah anak itu dapat melakukan usaha bersamanya, Ibrahim berkata kepadanya, "Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi dalam tidurku bahwa aku menyembelih engkau. Maka pertimbangkanlah bagaimana pendapatmu?" Sang anak menjawab, "Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan itu. Niscaya ayah akan mengetahui bahwa diriku termasuk orang-orang yang sabar, insya Allah". Maka ketika keduanya telah mematuhi perintah Allah dan pipi sang anak sudah ditempelkan di atas tanah, maka Kami berseru kepadanya: "Wahai Ibrahim, sesungguhnya engkau telah mematuhi perintah berdasarkan mimpi itu!" Dan sesungguhnya dengan cara seperti itulah Kami membalas orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya peristiwa ini adalah suatu ujian yang nyata!"
Untuk menangkap hikmah-hikmah dari peristiwa Nabi Ibrahim dan Nabi Isma'il as. tersebut, kita dapat menelusurinya dari beberapa segi, yaitu:
Pertama: Dari segi jenis perintah
Kedua: Dari segi yang diperintah
Ketiga: Dari segi materi perintah
Mengenai jenis perintah
Dapat kita ketahui bahwa perintah yang dibebankan oleh Allah swt. kepada Nabi Ibrahim as. sangat irasional atau sangat tidak masuk akal. Betapa tidak, orang disuruh menyembelih puteranya sendiri. Kalau kita mencoba menganalisanya secara rasional atau secara akal pikiran, kemungkinan kesimpulan kita akan meleset dari kebenaran. Bahkan kita akan menuduh bahwa ayat tersebut tidak masuk akal, sehingga kebenarannya perlu dipertimbang kan dan ditinjau kembali.
Kesimpulan dari analisa kita tidak akan meleset, jika sebelumnya kita sudah menyetujui dan meyakini bahwa tidak selamanya perintah-perintah Allah itu harus rasional atau dapat masuk akal. Atau dengan lingkup pembahasan yang lebih luas, tidak selamanya aturan-aturan yang terdapat dalam agama Islam itu sesuai dengan akal fikiran. Banyak aturan-aturan ritual atau peribadatan dalam agama Islam yang tidak masuk akal, yang oleh para ulama disebut ta'abbudiy, atau ibadah mahdlah atau ibadah murni, yaitu hal-hal yang mengatur hubungan antara manusia dengan Penciptanya (Khaliqnya).
Sedang peraturan-peraturan yang bertalian dengan masalah sosial yang disebut dengan "ibadah ghairu mahdlah" atau ibadah yang tidak murni atau ibadah sosial adalah bersifat rasional atau sesuai dengan akal fikiran. Oleh karena itu akan meleset hasilnya, jika ibadah mahdlah seperti perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih puteranya, Nabi Isma'il di atas dianalisa dengan pendekatan rasional.
Kini timbul pertanyaan, yaitu:
Kalau seluruh firman Allah itu tidak ada yang sunyi dan sepi dari faedah, maka apakah faedahnya Allah memerintahkan makhluk-Nya dengan perintah yang tidak masuk akal dan tidak dapat difahami oleh makhluk itu sendiri?
Di sinilah Allah mengakhiri kisah tersebut dengan berfirman:
“Sesungguhnya hal ini adalah merupakan ujian yang nyata.” (Ash-Shafaat:106)
Yaitu ujian kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Isma'il as., sampai di mana keduanya mau melaksanakan perintah Allah, meskipun perintah tersebut tidak dapat dipahami maksudnya.
Mengenai segi yang diperintah:
Apabila perintah Allah tersebut adalah merupakan batu ujian terhadap Nabi Ibrahim dan Nabi Isma'il as., maka pertanyaan yang mungkin timbul adalah:
Untuk apa Allah masih juga menguji Nabi Ibrahim dan Nabi Isma'il as.?
Bukankah kedua Nabi tersebut orang-orang yang telah dipilih oleh Allah sendiri?
Apakah keduanya mungkin lulus atau gagal dalam menghadapi ujian tersebut?
Jawabnya ialah bahwa tentu kedua Nabi tersebut pasti lulus dalam menghadapi ujian, karena keduanya adalah orang-orang yang sudah dipilih oleh Allah!
Akan tetapi untuk apa kedua Nabi tersebut masih diuji?
Di sinilah kita dapat menangkap hikmah yang agung dalam peristiwa tersebut. Kalau nabi pilihan Allah itu masih juga mendapat ujian hidup, maka kita sebagai makhluk biasa yang bukan pilihan ini, tentu lebih layak untuk mendapatkan ujian-ujian dari Allah. Allah swt mungkin menguji makhluk-Nya dengan ujian yang pahit atau ujian yang manis, sebagaimana firman Allah swt. dalam surat Al Mulk ayat 2 yang berbunyi:
“Allah yang menjadikan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya...”
Dalam menghadapi ujian-ujian ini, kita sendirilah yang akan menjawabnya, apakah akan lulus atau gagal dalam menghadapi ujian-ujian dari Allah swt. Yang jelas, semakin teguh seseorang mengikuti ajaran-ajaran Allah dan Rasul-Nya, semakin banyak kemungkinan ia sukses dalam menghadapi ujian. Dan semakin jauh seseorang dari ajaran-ajaran agama, semakin tipis pula kemungkina untuk dapat sukses dalam menghadapi ujian dari Allah swt.
Perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh, bahwa manusia itu semakin ta'at kepada perintah Allah swt., akan semakin pedih dan berat ujiannya; dan semakin dekat seseorang kepada Allah swt., akan semakin besar pula ujian yang ditimpakan Allah kepadanya. Pernah Nabi Besar Muhammad saw. ditanya oleh sahabat Sa'ad bin Abi Waqqash tentang orang yang paling pedih dan berat ujiannya di dunia ini, beliau menjawab: “Para nabi, kemudian orang-orang yang seperti nabi, lalu orang-orang yang seperti mereka..” Oleh karena itu, tidaklah layak bagi seseorang untuk mengharapkan karunia dari Allah swt., sebelum dia tahan dan lulus dari ujian-ujian hidup yang ditimpakan kepadanya.
Ketika ada sekelompok orang yang datang kepada Nabi dan menyatakan sebagai orang-orang mukmin, kemudian datang menimpa mereka ujian dari Allah swt., yaitu mereka dihadang oleh orang-orang kafir yang ingin membunuh mereka, sehingga mereka merasa kesal, sebab mereka sudah merasa sebagai orang-orang yang beriman, mengapa pula masih mendapat ujian hidup. Maka turunlah firman Allah:
Alif, Laam, Miim. Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja mengatakan: "Kami sudah beriman" tanpa mendapat cobaan? Sesungguhnya Kami telah mencoba (menguji) orang-orang sebelum mereka, agar Allah mengetahui, mana orang-orang yang benar-benar beriman dan mana orang-orang yang dusta. (Q.S.al Ankabut: 1)

Tulisan Lengkap, Baca di Buletin Edisi 32

Jumat, 05 November 2010

BUPATI BINTAN, "MEMBUMIKAN" AL QUR'AN DI KARIMUN

Bupati Bintan, H.Ansar Ahmad,SE, saatnya mengunjungi Masjid Agung Karimun dan menjadi Khatib Jum'at (29/10)


Bupati Bintan, H. Ansar Ahmad tiba di Masjid Agung Karimun sekitar pukul 11.30 WIB dan langsung menuju ruang pertemuan Masjid Agung Karimun. Disambut oleh Ketua Pelaksana Harian Masjid Agung Karimun, Dr.H.T.S. Arif Fadillah, M.Si, Ketua DPRD Karimun, H.Raja Bachtiar beserta staff lainnya, H.Ansar Ahmad beserta rombongan bersilaturahim sebelum pelaksanaan shalat Jum'at yang sebelumnya beliau telah mengkonfirmasi kesediaannya untuk menjadi khatib di Masjid Agung Karimun. Kunjungan beliau ini ke Karimun juga bersempena dengan Rakerda Golkar Provinsi Kepulauan Riau dan perayaan ulang tahun Golkar di Kabupaten Karimun.

Dalam khutbahnya, H.Ansar Ahmad mengajak jama'ah untuk lebih banyak mempelajari al Qur'an. Al Qur'an adalah way of life, yang merupakan mukjizat yang berisikan prinsip-prinsip dan solusi dalam kehidupan manusia, mukjizat ilmiah yang perlu kita kaji dan tela'ah kandungannya. Beliau juga mengutip apa yang disampaikan oleh Imam As-Suyuti dalam kitabnya Al Itqan fi 'Ulumilqur'an membedakan mukjizat-mukjizat Allah itu ke dalam dua bagian. Pertama mukjizat material, yang dapat dilihat dengan mata yang sebagian besar didapai di dalam kitab-kitab sebelum al Qur'an dikarenakan pada saat itu tingkat kejahiliahan mereka sangat jauh dibawah umat Muhammad. Satu contoh, ketika Nabi Musa membelah lautan dengan tongkatnya, maka umat Nabi Musa pun beriman kepada Allah SWT. Namun, mukjizat al Qur'an pun terdapat yang non material yang tersirat dalam al Qur'an yang mesti dikaji dengan ilmu pengetahuan dan kebenarannya tidak dapat dipungkiri. Satu contoh, dalam surat Yunus ayat 81 Allah berfirman tentang Fir'aun yang dimatikan Allah namun badannya diselamatkan Allah untuk menjadi pelajaran bagi umat manusia. Ini terjadi pada abad ke 13 sebelum masehi namun di akhir abad ke 19 seorang ilmuwan Mesir, Mohammad bin Abdul Rasul bekerjasama dengan ahli antropologi dari Prancis berhasil membuka Pyramid dan disana ditemukan mayat Ramses II atau Fir'aun dan sekarang dapat dilihat sebagai pelajaran bagi manusia.
Khutbah yang menggugah semangat untuk mencintai dan menjadikan pedoman hidup baik dalam ibadah maupun dalam kajian keilmuan lainnya guna kehidupan manusia yang lebih baik. (Ardi, MAK)

Rabu, 03 November 2010

BULETIN JUM'AT - AL QALAM EDISI 31 - MASJID AGUNG KARIMUN

BULETIN AL QALAM EDISI 31 dapat di download di sini

Alhamdulillah, kite semue masih dalam keadaan sehat, dapat menjalankan ibadah tanpe resah gelisah, dapat makan minom dengan tenang, dapat bekerje, dan tiade hal yang yang tak pantas untok tidak kite syukuri. Cobe kite tengok saudare-saudare kite yang di Wasior, Mentawai, Jogja, dan bahkan Jakarta yang kite tengok gemerlap tu pon sekarang lagi ditimpe bencane. Tapi kite mesti ingat ape yang disampaikan Allah SWT,bahwe apebile kite diberi nikmat make kite mesti bersyukur dan apebile kite ditimpekan musibah make kite senantiase mengucapkan Innalillahi wainnailaihiroji’un, berserah kepade Allah sebab kalau tidak make azab Allah tu amatlah pedih.

tekadang kite ni selalu salah menilai ape yang disampaikan Allah SWT, bukan berarti dalam bencane yg menimpe kite tak bersyukur, sebab itu merupekan care Allah untuk menaikkan derajat kite dengan menguji kite, menguji kesabaran dan keimanan kite. Apekah harte dan tahte tu bukan ujian? itu juge ujian! Karene Allah ndak nengok seberape besa rase syukur kite, atau jangan-jangan kite menjadi lupe dengan ape yang diberikan Allah tu. 

Salah satu tande kite bersyukur dengan harte yang dimudahkan Allah kepade kite adelah dengan menyadari bahwe ape yang diberikan Allah itu adelah titipan dan di dalamnye ade amanah untuk mereke yang tak mampu yang dipercayekan Allah kepade kite untuk kite sampaikan. Apebile kite mudah membagikan rezeki kite tu kepade orang lain (membelanjekannye di jalan yang diridhoi Allah) make Allah akan dengan senang untuk terus melimpahkan rezeki bagi kite. Semakin banyak kite memberi make akan semakin banyak yang kite terime, dan ini hanye ade di hati orang-orang yang mempercayai bahwe Allah itu Maha Kaye dan Maha Pemurah dengan segale kasih sayangNye. 

Kite semue ingin menjadi orang yang kaye rezeki secare lahiriah dan kaye rezeki batiniah, dunie dan akherat. kalau pun tidak kaye, bercukupan pun sudah luar biase. Kite tengok pade firman Allah SWT dan Hadits Rasulullah SAW yang artinye:
"..Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Ia akan mengadakan baginya jalan keluar (dari kesulitan)”(2) “Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS.(At-thalaaq)65: 2-3)
Abu Hurairah ra meriwayatkan: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, "Barang siapa suka rezekinya diluaskan dan umurnya dipanjangkan hendaklah ia menyambung silaturahim." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Sekarang merupekan saat yang tepat bagi kite untuk membagikan rezeki kite kepade saudare kite yang lagi tertimpe musibah dan juge dengan ini juge kite dapat menjalin silaturahim. Hulurkan semampu kite ape yang patut kite berikan. Sebab, kebahagiaan yang sebenarnye sebagai manusie adelah disaat kite istiqamah dalam habluminallah dan dengan tidak lalai dalam membahagiekan dan bermanfaat orang lain (habluminannas).

Dan betape Allah pun sudah menyiapkan suatu amalan besar bagi kite untuk menjadi hambeNye yg bertaqwa dengan berqurban pade hari Idul Adha kelak, sebagai tande syukur serte keta’atan kite kepade Allah dengan penuh keikhlasan seperti yang ditauladankan oleh Nabi Ibrahim AS dan puteranye Nabi Isma’il AS, serte ape yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Habluminallah wa habluminnas, keshalihan pribadi ditingkatkan, keshalihan sosial tak lupe kite tinggalkan. Kite tak kan bise hidop sendiri, walau hebat macam mane pon kite, make maut akan menjemput kite dan di saat maut menjemput, make tiade bise diri kite menguburkan diri kite sendiri. Wallahu’alam (Ardi, MAK)

Sabtu, 23 Oktober 2010

RADIO AZAM 103,5 FM BISA DINIKMATI DI SELURUH DUNIA



PT.Radio Azam Mitra Umat, Kabupaten Karimun terus maju dan berkembang. Setelah menyapa masyarakat Kabupaten Karimun dan sekitarnya dengan program dakwah, pendidikan dan hiburan, kini Radio Azam memperluas jangkauan untuk menyapa seluruh masyarakat dunia melalui program radio online-nya yang dapat dengan mudah di akses. Program dakwah, pendidikan dan hiburan dari Radio Azam yang disusun secara apik dengan penyampaian yang mudah diterima oleh semua kalangan masyarakat dapat di akses di sini
Bagi masyarakat Kabupaten Karimun yang berada di luar Karimun dan ingin mengetahui informasi Kabupaten Karimun dan sekitarnya dapat mendengarkan melalui link tersebut. Masjid Agung Karimun yang telah bekerjasama dengan Radio Azam dalam beberapa program dakwahnya sangat merespon baik usaha yang dilakukan oleh pengelola Radio Azam ini. Beberapa program dakwah Masjid Agung Karimun yang disiarkan langsung oleh Radio Azam antara lain :
1. Kajian Fardhu 'Ain setiap Senin, Rabu dan Kamis usai pelaksanaan shalat Maghrib atau sekitar pukul 18.30 WIB
2. Pelaksanaan Shalat Jum'at dan Khutbah Jum'at.
3. serta beberapa program dakwah lainnya.
(Ardi, MAK)

Selasa, 19 Oktober 2010

1.634 SANTRI TPQ DI WISUDA DI TIGA PULAU OLEH PEMERINTAH KABUPATEN KARIMUN



Karimun - Sekitar 1.657 Santri TPQ se-Kabupaten Karimun diwisuda secara langsung oleh Pemerintah Kabupaten Karimun (13-14/10). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, wisuda santri yang di bawah koordinasi BMPG-TPQ Kabupaten Karimun ini diadakan bertahapdi tiga pulau besar Kabupaten Karimun. Rangkaian acara wisuda dimulai di kediaman Bupati Karimun dengan jumlah santri sekitar 705 orang. Pada kata sambutannya, Bupati Karimun, Dr.H.Nurdin Basirun mengatakan bahwa generasi Karimun dipersiapkan sejak dini guna persiapan pembangunan Kabupaten Karimun di masa yang akan datang. 
Wisuda santri yang digelar dalam rangkaian Peringatan HUT Kabupaten Karimun ke-11 ini berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh ratusan masyarakat yang terdiri dari para santri, orang tua santri, guru-guru TPQ dan para tokoh masyarakat serta masyarakat sekitar. Wahyu Amirullah, A.Md., Ketua BMPG-TPQ Kabupaten Karimun menyampaikan bahwa dengan diwisudanya santri-santri TPQ ini, menandakan bahwa perkembangan TPQ Karimun sudah sangat maju dan ditambah lagi dengan perhatian pemerintah yang sangat intens baik terhadap santri, ustadz-ustadzah serta fisik dari TPQ itu sendiri.


Dari kiri atas: Bupati Karimun, Dr.H.Nurdin Basirun; Wakil Bupati Karimun, Drs.H.Aunur Rafiq, M.Si..; Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun, Drs.H.Erman Zaruddin;dan Ketua BMPG-TPQ Kabupaten Karimun, Wahyu Amirullah, A.Md.
Sementara itu, keesokan harinya pelaksanaan wisuda santri diadakan di Gedung Balai Pemuda Tanjung Batu (14/10). Wisuda santri diadakan pada pagi hari dan dihadiri oleh Wakil Bupati Karimun, Drs.H.Aunur Rafiq beserta rombongan. Tampak dalam rombongan tersebut, Sekretaris Daerah Karimun, Drs.H.Anwar Hasyim,M.Si.,; Kepala Kakankemenag Karimun, Drs.H.Erman Zaruddin; Kadispenda Karimun, Dr.H.T.S.Arif Fadillah yang juga Ketua Pelaksana Harian Masjid Agung Karimun; Kabag Kesra, Drs.Zifriddin; Kabag Perlengkapan, Drs.Fajar Harison Abidin, M.Si.; Para Camat dan Kapolsek serta tokoh -tokoh masyarakat. 
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Karimun mengajak segenap elemen masyarakat untuk terus memajukan dan mengembangkan Karimun serta mendukung upaya pemerintah dalam merangkai pulau membangun negeri. Kakankemenag Kabupaten Karimun, dengan beberapa bait pantunnya ia berpesan agar wisuda ini sebagai semangat untuk menjadi generasi yang terus belajar dan menggapai wisuda-wisuda lainnya guna menjadi generasi Karimun yang dapat dibanggakan.

Dari atas : Para Santri TPQ, Bupati Karimun dan Pengurus BMPG-TPQ, Paduan Suara Santri Kundur, dan Para Santri yang berdoa sebelum di wisuda


Setelah mewisuda 657 santri di Tanjung Batu, maka rombongan bergerak menuju Pulau Moro dengan menggunakan ferry yang dicarter khusus. Di Moro, rombongan disambut oleh 215 santri yang akan diwisuda dan para tokoh masyarakat di halaman Kantor Kecamatan Moro sekitar satu kilometer dari dermaga. Acara berlangsung dengan sukses dan diakhiri dengan foto bersama para santri. Berikut ini jumlah para santri yang diwisuda di masing-masing kecamatan :
1. Kecamatan Karimun : 287 orang
2. Kecamatan Tebing : 216 orang
3. Kecamatan Meral : 245 orang
4. Kecamatan Buru : 31 orang
5. Kecamatan Kundur : 321 orang
6. Kecamatan Kundur Utara : 177 orang
7. Kecamatan Kundur Barat : 142 orang
 8. Kecamatan Moro : 166 orang
9. Kecamatan Durai : 49 orang
(Ardi, MAK)

GEMA AL-QUR'AN

Listen to Quran

MASJID AGUNG KARIMUN